Selasa, 07 April 2009

PERHITUNGAN SUBNETTING

0 komentar



Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask
Nilai CIDR
255.128.0.0
/9
255.192.0.0
/10
255.224.0.0
/11
255.240.0.0
/12
255.248.0.0
/13
255.252.0.0
/14
255.254.0.0
/15
255.255.0.0
/16
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19

Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62 host
3. Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya.
Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.

Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.128.0
/17
255.255.192.0
/18
255.255.224.0
/19
255.255.240.0
/20
255.255.248.0
/21
255.255.252.0
/22
255.255.254.0
/23
255.255.255.0
/24

Subnet Mask
Nilai CIDR
255.255.255.128
/25
255.255.255.192
/26
255.255.255.224
/27
255.255.255.240
/28
255.255.255.248
/29
255.255.255.252
/30

Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet
172.16.0.0
172.16.64.0
172.16.128.0
172.16.192.0
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.64.1
172.16.128.1
172.16.192.1
Host Terakhir
172.16.63.254
172.16.127.254
172.16.191.254
172.16.255.254
Broadcast
172.16.63.255
172.16.127.255
172.16.191.255
172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 = 126 host
3. Blok Subnet = 256 - 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet
172.16.0.0
172.16.0.128
172.16.1.0

172.16.255.128
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.0.129
172.16.1.1

172.16.255.129
Host Terakhir
172.16.0.126
172.16.0.254
172.16.1.126

172.16.255.254
Broadcast
172.16.0.127
172.16.0.255
172.16.1.127

172.16.255.255

Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.

Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host
3. Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?

Subnet
10.0.0.0
10.1.0.0

10.254.0.0
10.255.0.0
Host Pertama
10.0.0.1
10.1.0.1

10.254.0.1
10.255.0.1
Host Terakhir
10.0.255.254
10.1.255.254

10.254.255.254
10.255.255.254
Broadcast
10.0.255.255
10.1.255.255

10.254.255.255
10.255.255.255

Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya

Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.

REFERENSI
Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.

Selengkapnya...

Kamis, 02 April 2009

PASANG KABEL UTP UNTUK JARINGAN

1 komentar

Tutorial singkat ini cocok sekali buat Anda yang sedang membuat jaringan komputer ‘MURAH’ khususnya yang terdiri lebih dari dua client yang pake hub (jauh lebih murah daripada router ). To the point! Apa sih kabel UTP itu? Kabel UTP itu adalah kabel khusus buat transmisi data. UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan. Ada 5 kategori kabel UTP. Dari kategori 1 sampai kategori 5. Untuk jaringan komputer yang terkenal adalah kategori 3 dan kategori 5.




Kategori 3 bisa untuk transmisi data sampai 10 mbps, sedang kategori 5 sampai 100 mbps. Kalau hanya buat misalnya jaringan komputer di kantor atau kampus atau warnet, paling hemat ya menggunakan yang kategori 3. Itu sudah lebih dari cukup.Setahu penulis ada banyak merek yang beredar di pasaran, hanya saja yang terkenal bandel dan relatif murah adalah merek Belden - made in USA. Kalau mau yang lebih murah dan penggunaannya banyak, maka beli saja yang satu kotak, panjangnya sekitar 150 meter. Jangan lupa beli konektornya. Konektornya bentuknya seperti colokan telepon hanya saja lebih besar. Bilang saja mau beli konektor RJ-45.



Satu lagi yang sangat penting, Anda harus punya tang khusus buat memasang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya adalah “crimp tool”. Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak bisa dicopot lagi konektornya. Dan kalau mau yang lebih OK, biar tidak nanggung maka beli pula sebuah LAN tester. Anda bisa membeli yang merek dari Taiwan saja agar lebih murah. Bentuknya seperti kotak dan ada lampu LED-nya delapan pasang dan bisa kedap-kedip. OK sekarang peralatan udah siap, penulis mulai saja. Secara umum, pemasangan kabel UTP tersebut ada dua tipe, yaitu tipe straight dan tipe cross. Disebut tipe straight soalnya masing-masing kabel yang jumlahnya 8 itu berkorespondensi 1-1, langsung. Sedangkan disebut cross soalnya ada persilangan pada susunan kabelnya. Bingung?OK! Untuk tipe straight itu digunakan untuk menyambungkan kabel dari client ke hub. Sedangkan untuk tipe cross adalah untuk client langsung terhubung ke client (cpu to cpu) atau juga dari hub ke hub.

Selengkapnya...

KUNCI PENGOLAHAN DATA

0 komentar

Jika Anda akan bekerja mengolah data besar maka Anda dihadapkan pada beberapa pilihan untuk penggunaan software pengolahannya. Pilihan software ini tidak bisa ditentukan secara baku. Misalnya Anda biasa menggunakan SPSS, maka data apapun yang Anda hadapi pasti Anda olah dengan SPSS. Menurut saya, kebiasaan ini perlu dirubah. Kita tidak bisa fanatik dalam penggunaan sotfware tertentu. Ada banyak keuntungannya jika kita pelajari sesuatu yang baru walaupun itu hanya kulitnya saja. Prinsip ini juga berlaku dalam hal penggunaan software pengolah data.
Sekarang ini banyak sekali software pengolah data yang beredar di pasaran. Paket statistika seperti SPSS, SAS, Minitab, atau Stata boleh dibilang mempunyai pengguna yang cukup banyak di Indonesia. Jangan lupa, Excel-pun bisa disebut pengolah data. Paket pengolah data lainnya adalah pengolah database, seperti Access, VB, Foxpro dan masih banyak lagi.
Saya mempunyai pengalaman yang cukup dalam pengolahan data, terutama dengan SPSS, Visual FoxPro dan tidak lupa Excel. Kapan kita harus gunakan ke-3 sotfware tersebut? Jawabannya tergantung kebutuhan dan keperluannya. Ini yang menjadi kunci dalam menentukan pilihan. Jika Anda sudah mengerti kunci ini, maka pekarjaan Anda tidak akan tertunda karena Anda salah langkah dalam pengolahan data. Selain itu dengan tahu kunci tersebut, waktu kerja Anda tidak akan terbuang banyak.
Sekali lagi kunci keberhasilan pengolahan data adalah pemilihan software yang tepat sesuai dengan kebutuhan/keperluannya. Anda harus ingat bahwa dalam pengolahan data, kita tidak hanya menggunakan satu langkah saja, kemungkinan besar Anda harus mengulang satu langkah yang sama untuk data yang berbeda atau hanya untuk sekedar mengecek hasil pengolahan data sebelumnya. Hal ini akan makan waktu dan tentu saja kemungkinan menimbulkan kebosanan besar sekali. Temukan cara yang lebih efektif dalam pengolahan data.
Hal penting yang harus diperhatikan lagi adalah pengolahan data tidak musti dilakukan dalam satu software saja. Biasanya ada kombinasi penggunaan, misalnya kita gunakan SPSS untuk pengolahan statistikannya, kemudian output SPSS kita transfer (copy) ke Excel. Kenapa Anda menggunakan ke-2 software tersebut? Karena Anda sudah mengerti akan keperluan dari pengolahan data tersebut. Jika Anda masih taraf belajar, maka kepikiran-pun mungkin belum! Nah itulah, kembali lagi, biasakan Anda selalu mencoba hal baru dalam penggunaan software pengolah data. Dengan begitu Anda akan selalu bisa menikmati pengolahan data.
Selengkapnya...

Jumat, 27 Maret 2009

Perbedaan KabeL Jenis Cross dan Straight

0 komentar

Untuk menghubungkan dua buah komputer atau menghubungkan dua buah HUB/Switch dengan kabel UTP, dapat menggunakan kabel crossover. Jika mau menghubungkan komputer ke HUB/Switch, gunakan kabel straight.
Dalam pengkabelan straight dan cross, kita bisa lihat standar yang sudah ditetapkan untuk masalah pengkabelan ini, EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B.

EIA/TIA 568A EIA/TIA 568B




Kabel Straight
Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.
Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke Switch, Switch menerima data pada pin 1 dan 2. Nah, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka Switchmenggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.
Lebih detailnya, lihat gambar berikut : [klik untuk memperbesar]


Penggunaan kabel straight :
1. menghubungkan komputer ke port biasa di Switch.
2. menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL.
3. menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL.
4. menghubungkan port LAN router ke port uplink di Switch.
5.menghubungkan 2 HUB/Switch dengan salah satu HUB/Switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa

Kabel crossover
Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya.



Pada gambar, pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung B, begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B yang terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel digunakan untuk menerima data, karena pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6.
Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel crossover (padahal jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel Straight). Tapi untungnya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabelnya.
Penggunaan kabel crossover :
1. menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
2. menghubungkan 2 buah HUB/Switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/Switch.
3. menghubungkan komputer ke port uplink Switch
4. menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/Switch
Port biasa VS Port uplink
Untuk menghubungkan dua buah HUB/Switch atau menghubungkan dua buah komputer secara langsung dibutuhkan kabel crossover. Tapi jika HUB/Switch atau Network Interface Card (NIC) atau peralatan network lainnya menyediakan Uplinkport atau MDI/MDI-X anda bisa menggunakan kabel straight untuk menghubungkan ke port biasa di HUB/Switch atau Network Interface Card atau peralatan network lainnya.

Selengkapnya...

Kamis, 29 Januari 2009

Seputar E-Learning

0 komentar

Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:
1. Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
2. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
3. Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
4. Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.
Selengkapnya...

Sabtu, 10 Januari 2009

IstiLah-istiLah daLam BLOG

0 komentar

Blog/weblog=>> Berasal dari kata web dan blog. Tapi kata weblog ini lebih ngetop disebut blog aja. Blog adalah website pribadi yang bisa di-update kapan aja. Blog juga boleh dibilang media pribadi buat menuliskan berbagai macam informasi, pengetahuan, dan komentar dari orang-orang.
Blogging=>> Artinya aktivitas atau kegiatan nge-blog. Misalnya menulis, mem-posting, atau memberi komentar di bog.
Blogger=>> Adalah orang yang melakukan aktivitas blog.
Blogworld/Blogsphere=>> Artinya dunia blog. Istilah ini dipake untuk menyebutkan satu kesatuan dari segala macam yang berkaitan dengan blog.
Blogrolling/Blogfriends/Blogrolodex=>> Artinya daftar nama temen-temen si pemakai Blog. Misalnya, temen-temen yang suka ngasih komentar di blog kita.
Blogcencus/Blogcount=>> Bisa dipake buat menyebut cara atau usaha buat menghitung jumlah blog yang ada di internet.
Blogshares=>> Istilah yang berarti pasar saham yang menjual blog.
Blogreading=>> Artinya membaca blog-blog orang lain dan blog sendiri.
Blogwalking/Bloghopping=>> Melihat dari satu blog ke blog lain. Kalo melakukannya dengan cepat disebut Blogrunning.
Blogdating=>> Suatu momen ketika dua pemilik blog pacaran. Misalnya, blogger yang satu adalah cowok dan yang lainnya cewe. Kedua blogger ini jadian dan berpacaran dengan menggunakan media blog.
Blogdumping=>> Nah, ini boleh dibilang kebalikan blogdating. Pasangan blogger udah putus dalam moment blogdating dan mencari pasangan lain atau istilahnya:Bloghunting.
Blogstaring=>> Istilah ini dipake buat orang yang bengong terus sampe beberapa jam pada blog orang lain.
Blogkidding=>> Artinya waktu yang dipake buat bercanda yang biasanya dituangkan ke dalam blog.
BlogLying=>> Artinya si blogger berbohong dalam blognya. Misalnya menulis pengalaman atau cerita bohong.
Blogstalking=>> Artinya aktivitas seorang blogger yang menguntit aktivitas blog orang lain secara diam-diam. Dia bisa aja meng-copy isi blog seseorang ke blognya sendiri.
Blogjunkie/Blogholic=>> Aktivitas seseorang yang ketagihan atau tergila-gila pada blog. Entah blognya sendiri atau blog orang lain.

Bloggathering=>> Kumpul-kumpul para blogger di suatu tempat.
Istilah-istilah barusan adalah yang umum dipake sama blogger. Istilah blog ini diharapkan bisa jadi perbendaharaan kata kamu, khususnya yang lagi mencoba blog-blog baru.
Selengkapnya...

Sabtu, 03 Januari 2009

PROGRAM..

0 komentar

Program adalah suatu bentuk aplikasi atau bisa juga disebut software yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman tertentu yang dapat menyelesaikan suatu pekerjaan atau kumpulan pekerjaan baik perhitungan atau pun serangkaian perhitungan yang masih bisa di logika.
Bahasa pemrograman adalah serangkaian perintah-perintah yang dimengerti oleh komputer untuk bisa melakukan pekerjaan atau tugas tertentu.
Sedangkan pemrograman adalah suatu teknik untuk membuat program dengan menggunakan bahasa pemrograman.
Pemrograman berorientasi object (Object Oriented Programming) adalah teknik/cara membuat program dengan berdasarkan object.
Agar lebih mudah memahami konsep tentang object, sebagai contoh kita bisa melihat disekeliling kita, misalkan meja,kursi,almari adalah contoh object . Object yang tersebut berada dalam sebuah ruang, sedangkan ruang yang lain berisi alat senam, alat senam ini juga disebut onject dari sebuah ruang. Klalau kita emperbesat sudut pandang kita makan runag adalah onject dari sebuah rumah, dan kalau kita besarkan lagi sudut pandangnya rumah ini juga object dari bumi, dan begitu seterusnya. jadi object tergantung dari sudut pandang kita terhadap sesuatu itu.
Selengkapnya...


iNfoRmaTIka yess!!!!

iNfoRmaTIka yess!!!!

Followers

 

Welcome

weLLcOmee to imOetZ_bLog Copyright 2008 Shoppaholic Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez